<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/7">
<title>TA Prodi Perkebunan</title>
<link>https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/7</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/131"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/130"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/127"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/124"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-29T03:21:47Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/131">
<title>Analisis Kualitas Produksi Biji Kopi Arabika Asal  Pegunungan Arfak</title>
<link>https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/131</link>
<description>Analisis Kualitas Produksi Biji Kopi Arabika Asal  Pegunungan Arfak
Edowai, Melkias
Penelitian ini mengkaji tentang kualitas fisik dan citarasa biji kopi arabika&#13;
produksi asal Pegunungan Arfak, berlokasi di Distrik Mokwam, Kabupaten&#13;
Manokwari dan Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua&#13;
Barat. Penilaian kualitas fiik biji kopi berdasarkan prosedur Standar Nasional&#13;
Indonesia (SNI) Kualitas Kopi Arabika 01-02907-2008, sedangkan Uji citarasa&#13;
dievaluasi berdasarkan metode cupping test SCAA (Speciality Coffee Association&#13;
of America) yang dilakukan oleh Cupper profesional. Berdasarkan hasil uji kualitas&#13;
fiisik,biji kopi arabika asal Distrik Mokwam dan Distrik Anggi termasuk dalam&#13;
kualitas/mutu 3 (SNI), dengan karakteristik biji kopi arabika asal distrik Mokwam&#13;
memiliki nilai trase 5,17 %; nilai cacat (defect) 34,6, kandungan peaberry 30,2 %,&#13;
rendemen 17, 64 % dan jumlah biji per 500 gram sebanyak 1.632 keping,&#13;
sedangkan biji kopi asal distrik Anggi memiliki nilai trase 4,53 %, nilai cacat (defect)&#13;
33,0; kandungan peaberry 21,0% ; rendemen 20,27 % dan jumlah biji per 500 gram&#13;
2.807 keping. Hasil uji citarasa menggunakan cupping test mengikuti standar&#13;
SCAA, kopi arabika asal distrik Mokwam termasuk kualitas level Very Good (Luar&#13;
Biasa) dengan total skor 85,27 dengan notes aroma : spicy, flowery, sweetcorn,&#13;
nutty, sugarcane, dengan citarasa brown sugar, tamarin, caramelly, honey,&#13;
astrigen, ginger dan bright acid, sedangkan kopi arabika asal distrik Anggi juga&#13;
termasuk berkualitas citarasa Good (Sangat Bagus) dengan total skor 84,17&#13;
dengan notes aroma : spicy, flower, chili, sweetcorn, sugarcane, ginger, dan&#13;
citarasa astrigent, bitter, caramelly, chocolate.
</description>
<dc:date>2024-09-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/130">
<title>Pengaruh Berbagai Media Tanam Pada Fase Pembibitan  Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.)</title>
<link>https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/130</link>
<description>Pengaruh Berbagai Media Tanam Pada Fase Pembibitan  Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.)
Mangalik, Adrianus
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi&#13;
berbagai media tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao (Theobroma&#13;
cacao L.) dan mengetahui komposisi media tanam yang terbaik untuk pembibitan&#13;
tanaman kakao. Lahan Praktek Reremi Kampus Polbangtan Manokwari menjadi&#13;
lokasi penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh&#13;
berbagai media tanam terhadap percobaan pertumbuhan bibit tanaman kakao&#13;
(Theobroma cacao L.). Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak&#13;
Lengkap (RAL) dengan perlakuan berbagai komposisi media tanam yang&#13;
berbeda yaitu media tanah dan pasir (M0) sebagai kontrol; tanah-pasir-kotoran&#13;
sapi (M1); tanah-pasir-serbuk gergaji (M2) dan tanah-Pasir-Kotoran Ayam (M3)&#13;
serta tanah--pasir-kompos kulit kakao (M4) yang dilakukan pengulangan&#13;
sebanyak 4 kali. Pengamatan dan pengukuran dilakukan setelah bibit tanaman&#13;
kakao berumur 3 minggu setiap 3 hari sekali selama 9 kali . Hasil perhitungan&#13;
dan analisis menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis media tanam pada&#13;
pembibitan kakao berpengaruh beda dibandingkan media kontrol (M0) namun&#13;
pengaruh penggunaan media tanam dengan penambahan bahan organik serbuk&#13;
gergaji, kotoran sapi, dan kotoran ayam tidak berbeda nyata. Media tanam&#13;
dengan penambahan kotoran sapi (M1) memberikan pertumbuhan terbaik pada&#13;
parameter tinggi tanaman dan jumlah daun sedangkan media tanam dengan&#13;
serbuk gergaji (M2) memberikan respon terbaik pada parameter diameter&#13;
batang tanaman bibit kakao.
</description>
<dc:date>2024-09-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/127">
<title>Analisis Usaha Kopi Arabika Dan Potensi Pengembangannya Di Kawasan Pegunungan Arfak</title>
<link>https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/127</link>
<description>Analisis Usaha Kopi Arabika Dan Potensi Pengembangannya Di Kawasan Pegunungan Arfak
Yusuf, Antonius Jefri
Mengetahui besaran komponen pembiayaan, penerimaan, pendapatan&#13;
dan tingkat kelayakan usaha dan finansial budidaya Kopi Arabika di Kawasan&#13;
Pegunungan Arfak dan potensi pengembangannya menjadi tujuan dari penelitian&#13;
ini. Berlokasi di dua titik kawasan pengembangan Kopi Arabika di kawasan&#13;
Pegunungan Arfak, yaitu Kawasan Mokwam (distrik Mokwam) Kabupaten&#13;
Manokwari dan Anggi Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak. Penelitian ini&#13;
merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang&#13;
menggunakan metode sampling yang disengaja, baik untuk responden maupun&#13;
area sampling (Area and Purposive sampling). Responden yang dipilih&#13;
merupakan informan kunci sebanyak 10 orang yang terdiri dari 3 orang kepala&#13;
kampung, 2 orang tokoh masyarakat, 1 orang kepala suku, 2 orang kepala dinas,&#13;
2 orang petani kopi. Analisis usaha budidaya kopi arabika dilakukan berdasarkan&#13;
pengamatan dan perhitungan dari usaha budidaya kopi yang telah menghasilkan&#13;
sedangkan analisis potensi pengembangan menggunakan analisis SWOT. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa komponen biaya produksi budidaya kopi arabika&#13;
rata-rata sebesar Rp 95.272.000 per Ha, dengan komponen penerimaan rata-rata&#13;
sebesar Rp 170.400.000 per hektar per tahun atau sebesar Rp 75.128.000 per&#13;
satu kali masa produksi. Usaha kopi arabika di kawasan Pegunungan Arfak layak&#13;
untuk dikembangkan dengan nilai R/C Ratio sebesar 1,8. Namun dilihat dari nilai&#13;
rata-rata B/C Ratio &lt; 0,7 maka usaha tersebut tidak layak diusahakan berdasarkan&#13;
manfaat yang diperoleh karena nilai B/C &lt; 1, jadi usaha tersebut layak di usahakan&#13;
namun memberikan keuntungan yang sedikit. Berdasarkan analisis SWOT&#13;
(Strenght, Weakness, Oppurtunities, Threat) menunjukan penggabungan faktor&#13;
internal dan faktor eksternal dalam matriks SWOT, pengembangan usahatani kopi&#13;
arabika di Kawasan Pegunungan Arfak menghasilkan beberapa strategi.
</description>
<dc:date>2024-08-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/124">
<title>Efektivitas Aplikasi Kompos Daun Kakao Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.)</title>
<link>https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/124</link>
<description>Efektivitas Aplikasi Kompos Daun Kakao Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.)
Muhaidi, Muhammad
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan terbaik aplikasi&#13;
kompos daun kakao terhadap pertumbuhan bibit kakao dan untuk mengetahui&#13;
efektivitas aplikasi pupuk kompos daun kakao terhadap pertumbuhan bibit kakao.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di lahan kampus Politeknik Pembangunan Pertanian&#13;
(POLBANGTAN) Manokwari. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah&#13;
RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan perlakuan P0 = tanah top soil 2 kg&#13;
sebagai kontrol P1 = tanah top soil 1 kg + kompos daun kakao 1 kg (1:1) P2 =&#13;
tanah top soil 0,67 kg + kompos daun kakao 1,33 kg (1:2) P3 = tanah top soil 0,5&#13;
kg + kompos daun kakao 1,5 kg (1:3). Parameter yang diamati adalah tinggi&#13;
tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Berdasarkan hasil penelitian ini&#13;
menujukkan bahwa perlakuan yang terbaik terdapat pada P2 = tanah top soil&#13;
0,66 kg + kompos daun kakao 1,33 kg yang memberikan pertumbuhan yang&#13;
nyata terdahap pertambahan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun.
</description>
<dc:date>2024-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
