<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>TA Prodi Pertanian</title>
<link>https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/9</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 03:11:00 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-29T03:11:00Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Penggunaan Jenis-Jenis Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill) Fase Vegetatif</title>
<link>https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/126</link>
<description>Pengaruh Penggunaan Jenis-Jenis Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill) Fase Vegetatif
Aprianto, Dhanu
Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang&#13;
dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau&#13;
sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Tomat (Lycopersicum&#13;
esculentum Mill.) merupakan jenis tanaman perdu dan termasuk ke dalam suku&#13;
Solanaceae. Dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jenis-jenis&#13;
media tanam terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum&#13;
Mill) fase vegetatif. Mengetahui kombinasi jenis-jenis media tanam menggunakan&#13;
tanah, kompos, sekam dan cocopeat terhadap pertumbuhan tanaman tomat&#13;
(Lycopersicum esculentum Mill) fase vegetatif. Metode yang digunakan adalah&#13;
Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 8 perlukan dan 5&#13;
ulangan. Perlakuan yang diuji pada tanaman tomat P1 (Tanah), P2 (Kompos), P3&#13;
(Sekam), P4 (Cocopeat), P5 (Tanah+Kompos), P6 (Tanah+Sekam), P7&#13;
(Tanah+Cocopeat), P8 (Tanah+Kompos+Sekam+Cocopeat). Adapun parameter&#13;
yang diamati meliputi, tinggi tanaman, jumlah daun., Panjang akar dan bobot&#13;
basah akar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh pengunaan media&#13;
kompos (P2) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat terutama tinggi&#13;
tanaman dan jumlah daun. Sedangkan pada parameter panjang akar dengan&#13;
menggunakan media sekam (P3) dapat meningkatkan pertumbuhan panjang akar&#13;
tanaman tomat dan parameter bobot basah akar tanaman tomat dengan&#13;
menggunakan media tanah+sekam (P6) berpengaruh terhadap pertumbuhan&#13;
bobot basah akar tanaman tomat.
</description>
<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/126</guid>
<dc:date>2024-08-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Uji Efektifitas Pemberian Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata L.) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Rawit</title>
<link>https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/125</link>
<description>Uji Efektifitas Pemberian Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata L.) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Rawit
Reliubun, Laudia Rosalia
Kirinyuh merupakan salah satu tanaman yang sering tumbuh liar di semua&#13;
tempat. Tanaman ini dapat dijadikan alternatif sumber bahan pestisida organic dan&#13;
yang murah dan mudah didapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui&#13;
pengaruh ekstrak daun kirinyuh terhadap pertumbuhan dan tingkat serangan&#13;
hama pada fas vegetatif tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilakukan di kelurahan&#13;
andai distrik manokwari barat terhitung mulai dari bulan maret sampai dengan mei&#13;
2024. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun kirinyuh, air,&#13;
kompos green organo (pupuk dasar), pupuk NPK 16:16:16 (pupuk susulan), ember&#13;
yang ada penutup (muat 16 L air), Blender atau lesung, pengaduk, saringan, tray,&#13;
cangkul, gembor, timbangan, handsprayer. Metode penelitian ini menggunakan&#13;
rancangan acak kelompok non faktorial dengan 5 perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1&#13;
(100ml/10L air), P2 (200ml/10L air), P3 (300ml/10L air), P4 (400ml/10L air) jika&#13;
terdapat berbeda nyata maka akan dilanjutkan dengan uji duncan’s multiple range&#13;
test (DMRT). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun&#13;
kirinyuh tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mulai dari tinggi tanaman,&#13;
jumlah daun dan bobot segar tanaman cabai rawit. Pemberian ekstrak kirinyuh&#13;
berpengaruh nyata terhadap tingkat serangan hama pada fase vegetatif tanaman&#13;
cabai rawit dan dikategorikan sebagai tingkat serangan rendah dan rusak ringan&#13;
karena pada penelitian ini rata-rata intensitas kerusakan ada pada tingkat&#13;
serangan 10-50% dan ≤ 25%.
</description>
<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/125</guid>
<dc:date>2024-08-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Pupuk Organik Cair Limbah Cair Industri Tahu Terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Fase Vegetatif</title>
<link>https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/120</link>
<description>Pengaruh Pupuk Organik Cair Limbah Cair Industri Tahu Terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Fase Vegetatif
Parwati, Dwi
Kacang tanah merupakan salah satu tanaman legum penghasil karbohidrat,&#13;
protein, dan lipid yang memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan. Upaya untuk&#13;
meningkatkan produktivitas kacang tanah di lahan melalui intensifikasi, salah&#13;
satunya dengan menggunakan pupuk organik cair untuk memperbaiki kondisi&#13;
kesuburan tanah. Selama ini petani cenderung menggunakan pupuk anorganik&#13;
secara terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dosis&#13;
POC limbah cair industri tahu terhadap pertumbuhan kacang tanah fase vegetatif.&#13;
Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Anday Kabupaten Manokwari, Provinsi&#13;
Papua Barat. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan terhitung dari bulan Maret&#13;
sampai dengan bulan Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak&#13;
Kelompok (RAK) dengan perlakuan berbagai dosis pupuk organik cair (D) yang&#13;
terdiri dari 5 taraf yaitu: Tanpa Pupuk Organik Cair atau kontrol (D0); 100&#13;
ml/tanaman (D1); 200 ml/tanaman (D2); 300 ml/tanaman (D3); dan 400&#13;
ml/tanaman (D4). Pemberian POC limbah cair industri tahu tidak berpengaruh&#13;
nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, Panjang akar, dan bobot segar&#13;
tanaman kacang tanah fase vegetatif. Pertambahan tinggi tanaman dan jumlah&#13;
daun tertinggi diperoleh pada pemberian POC limbah cair industri tahu dosis 200&#13;
ml/tanaman (D2) dan 400 ml/tanaman (D4).
</description>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/120</guid>
<dc:date>2026-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Cangkang Telur Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah Fase Vegetatif (Arachis Hypogeae L)</title>
<link>https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/118</link>
<description>Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Cangkang Telur Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah Fase Vegetatif (Arachis Hypogeae L)
Dabamona, Tiwi J. Ningsih
</description>
<pubDate>Fri, 16 Aug 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.polbangtanmanokwari.ac.id/handle/123456789/118</guid>
<dc:date>2024-08-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
