Analisis Usaha Kopi Arabika Dan Potensi Pengembangannya Di Kawasan Pegunungan Arfak
Abstract
Mengetahui besaran komponen pembiayaan, penerimaan, pendapatan
dan tingkat kelayakan usaha dan finansial budidaya Kopi Arabika di Kawasan
Pegunungan Arfak dan potensi pengembangannya menjadi tujuan dari penelitian
ini. Berlokasi di dua titik kawasan pengembangan Kopi Arabika di kawasan
Pegunungan Arfak, yaitu Kawasan Mokwam (distrik Mokwam) Kabupaten
Manokwari dan Anggi Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang
menggunakan metode sampling yang disengaja, baik untuk responden maupun
area sampling (Area and Purposive sampling). Responden yang dipilih
merupakan informan kunci sebanyak 10 orang yang terdiri dari 3 orang kepala
kampung, 2 orang tokoh masyarakat, 1 orang kepala suku, 2 orang kepala dinas,
2 orang petani kopi. Analisis usaha budidaya kopi arabika dilakukan berdasarkan
pengamatan dan perhitungan dari usaha budidaya kopi yang telah menghasilkan
sedangkan analisis potensi pengembangan menggunakan analisis SWOT. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa komponen biaya produksi budidaya kopi arabika
rata-rata sebesar Rp 95.272.000 per Ha, dengan komponen penerimaan rata-rata
sebesar Rp 170.400.000 per hektar per tahun atau sebesar Rp 75.128.000 per
satu kali masa produksi. Usaha kopi arabika di kawasan Pegunungan Arfak layak
untuk dikembangkan dengan nilai R/C Ratio sebesar 1,8. Namun dilihat dari nilai
rata-rata B/C Ratio < 0,7 maka usaha tersebut tidak layak diusahakan berdasarkan
manfaat yang diperoleh karena nilai B/C < 1, jadi usaha tersebut layak di usahakan
namun memberikan keuntungan yang sedikit. Berdasarkan analisis SWOT
(Strenght, Weakness, Oppurtunities, Threat) menunjukan penggabungan faktor
internal dan faktor eksternal dalam matriks SWOT, pengembangan usahatani kopi
arabika di Kawasan Pegunungan Arfak menghasilkan beberapa strategi.
